Why I Deserve All This Madness in 2019?

2019 telah usai, apa saja yang sudah Feyza lakukan ditahun 2019? Jujur butuh waktu beberapa hari untuk menilik keleidoskop pribadi perihal apa saja yang sudah terjadi di tahun 2019. Di tulisan ini, aku akan mencoba untuk tidak berasumsi dan tidak pula berpura-pura dalam diksi. Beberapa kali mencoba mengutarakan karena sulit untuk mengungkapkan. 2019, sulit untuk dirangkum secara verbal. Sulit untuk menceritakan masalah apa saja yang kuhadapi, bahkan aku tidak bisa menuliskannya secara gamblang di sini. Capek fisik, mental, pikiran. It's getting worse than 2018 late. Semua berkecamuk di dalam pikiran. 2019, tahun dimana aku wondering banyak hal tentang hidup. Aku menjadi sensitif dan berujung pada overthinking bahkan untuk hal yang sepele. 

Bertemu orang-orang baru, membuat  pergaulanku begitu luas. Berbagi kisah langsung tentang kehidupan, aku mendengar dan melihat langsung masalah yang mereka hadapi bukan lagi sekedar membaca atau menonton dari media. Aku melihat sesuatu dengan skala yang begitu luas. Hal ini  merubah prespektifku dalam melihat individu, bahkan dunia. Manusia adalah entitas paling rumit  didunia yang berjalan dengan begitu dinamis ini.

2018 aku pernah mempertanyakan apa sebenarnya makna hidup ini. Aku mendapatkan jawabannya di tahun 2019, jawaban yang memunculkan berbagai pertanyaan. Banyak suara didalam otakku yang mempertanyakan banyak hal, terlalu banyak. Sampai aku tidak tahu mana yang harus aku temukan jawabannya terlebih dahulu. Aku tidak tahu mana yang harus aku dengar, bahkan apakah hal itu patut dipertanyakan atau tidak. 

Beberapa pertanyaan membuatku mengalami degredasi iman, seperti mempertanyakan eksistensi agama dan tuhan. Sempat berbincang dengan temanku tentang hal ini. Dia pun akhirnya menjawab "Semakin kamu mempertanyakan semakin kamu menggali semakin kamu tidak mendapatkan jawabannya, tenang, setiap orang pasti akan ada dititik itu, aku gabisa jawab pertanyaanmu Fey, cuma dirimu sendiri yang bisa jawab" dan sampai saat ini aku belum mendapatkan jawabannya. Mungkin aku harus diruqyah secepatnya ya? Hahaha.

You know? I'm exactly angry every single time. Simple things irritate me. My veins tense a lot. I cried every single night. Things aren't getting easy. I let myself cry. I let my mind wander. Mungkin ini terdengar naif untuk sebagian orang, tapi aku sedang dalam fase kehidupan yang tidak terkontrol, berantakan, dan tidak terencana. Lebih mudah mencari titik minus dan menyalahkan kenapa dunia tidak adil.

I miss those old times when i’m enjoying being me, myself without those negativity. Sesederhana itu, serumit itu juga. Belajar mengenali diri sendiri, kemudian menjadi diri sendiri, karena beberapa waktu lalu sempat kehilangan diri sendiri. Aku bangga dengan diriku sendiri karena sejauh ini masih belum mengibarkan bendera putih. The dark spot steal my view, then forget about even in the darkest place i can see the rainbow flares. Seeing the bright sides of things helps me to stay on the ground.  Sampai titik ini aku masih mencerna perihal apa yang yang sedang diajarkan padaku dalam kurun waktu 12 bulan yang lalu.

Sejujurnya dalam beberapa aspek, i know i'm getting better than i was before. Ada beberapa pencapaian yang tidak aku sangka, aku pantas dapatkan. Pencapaian hadir saat muncul pemikiran bahwa dalam hidup, ada yang namanya selfish reason dan selfless reason. Selfish artinya pertimbangan akan dampak apa yang dapat kita terima melalui suatu hal. Selfless artinya pertimbangan akan dampak apa yang bisa kita berikan melalui hal tersebut. Pertimbangan itu dipakai dalam menentukan tiap peluang yang akan kita ambil, karena dalam segala hal, kita harus punya tujuan. Sehingga saat kita menjalaninnya, walaupun ada badai topan sekalipun, kita tidak mudah menyerah. We are doing this for a solid purpose. Mungkin hanya ini positivity yang ada di 2019.

Feyza yang kalian liat di siang hari, Feyza yang kalian liat di second acc ig, Feyza yang kalian liat haha hihi, its the part of me that was presented to you. I'm smilling so wide, laughing till my stomach aches but then i feel my heart  drop i dont even know what the hell just happened. I take off my mask when the day is over, i tears when everyone is asleep, anxiety creeping in right when i want to sleep.

2019 is feeling i know i wont be able to leave, but i also dont want to stay. The feeling of wanting to give up on it all, but knowing i wont be able to. The feeling of hopelessness, the feeling of false hope, the feeling of distrust, the feeling of pain, the feeling confusion, the feeling i cant control of being afraid, sad, mad, depressed.

I've been working on self healing my self and trying to focus on improving my thoughts and my mind set. Honestly,
aku tidak tahu sampai kapan aku akan seperti ini. I want being normal as soon as possible. Thanks to all those who shared their life stories with me, to all those who join ride with me, to people who being my home at 1 a.m.

Seperti kata Ianhugen dalam postingan di instagramnya, aku memutuskan untuk melangkah masuk ke tahun 2020 tanpa resolusi dan harapan. Aku terlalu lelah dengan semua yang telah terjadi. Lelah untuk berangan angan yang pada akhirnya hanya menjadi bayangan.

Comments

Popular posts from this blog

Loved, Blessed, & Enough

Frasa dan Rasa

For All That It Destroys, It Creates