Posts

Loved, Blessed, & Enough

Describing the fluctuations over the last 2 years in a word makes me think “Am I Allah’s favorite?”.There are a year that seemed like a thread strung loosely, close to its limit, more so of a nose around one's neck or a chair barely bearing its weight, as the year has progressed fairly aggressively; fast-paced and oddly ambiguous. A time where I was filled with too much sadness and disappointment. Pada akhirnya aku memilih untuk tetap mengalir meskipun terancam surut. Tapi itu adalah kesalahan terbesar yang pernah ada, karena aku mengalir dan larut pada keresahan yang tidak ada hilirnya. The pile of items isn’t something I can just throw away. It’s sometimes a stack of things that fights to remain silent so that they can be read and recalled again. Sometimes, people forget to mention that besides just understanding our feelings, we also have to understand that we’re living in a reality that we can’t control. Because the world and the people are just gonna keep crushing on me somet...

Frasa dan Rasa

These past few weeks have been such a hell of a ride and masking emotional pain. Instead of feeling what I really feel, I distract myself with a temporary sense of satisfaction in order to trick myself into giving the impression that everything is okay when in reality everything is not. I'm trying to distract myself by spending a lot of time with friends and family, but when I'm alone I feel lonely. Larut dalam keresahan yang tidak ada ujungnya. I always enveloped with emptiness in my room. Here’s the moment when I got so lost. I got so lost in my own battle. Aku berjalan dengan selalu mempertanyakan dan mevalidasi pikiran dan perasaanku, dan    konklusinya adalah we have complete rights to feel anything we choose, and we also have the right to believe that our feelings are validated. ‘Seandainya’ selalu menjadi kata favorit, tetapi realitas terus saja meledek. Aku benar-benar sedang merasakan fluktuasi. There are days where I wake up and my bones are full of light. There ar...

For All That It Destroys, It Creates

2022 sudah berlalu lebih dari 2 bulan, rasanya masih ada yang belum selesai sebelum aku merangkum apa saja yang terjadi di 2021, terlalu cepat rasanya aku melangkah dari tahun 2021. Banyak hal terjadi berurutan dan begitu cepat, tak terduga di tiap harinya, hampir tidak bisa bernafas,   exhausted . But anyway, sedikit mengulas apa yang aku pelajari di tahun 2021 mengenai dinamika setiap individu yang ternyata tidak semua yang baik itu baik dan tidak semua yang buruk itu buruk. Banyak cerita cinta hingga cita cita terukir. Awal 2021 aku belajar. Tidak semua orang hadir untuk selamanya, beberapa mungkin dipertemukan hanya untuk sementara. Tuhan pernah mempertemukanku dengan seseorang untuk mengajariku beberapa  messages  dan  purpose  tertentu. Tugasnya sudah selesai.  It's time for him to left . Terima kasih sudah hadir dalam proses pendewasaan!  God bless you . Sometimes love is goodbye, to grow we need to set each other free, some are destined to coll...

You're Worthy Because You're You

2019 is feeling i know i wont be able to leave, but i also dont want to stay. The feeling of wanting to give up on it all, but knowing i wont be able to. The feeling of hopelessness, the feeling of false hope, the feeling of distrust, the feeling of pain, the feeling confusion, the feeling i cant control of being afraid, sad, mad, depressed. Sedikit membuka memori perihal apa saja yang sudah terjadi pada mental health -ku sejauh ini. Ya, tahun lalu bahkan aku tidak menyangka bisa bertahan sejauh ini dan berada di titik ini. I'm smilling so wide, laughing till my stomatch aches but then i feel my heart drop, i dont even know what the hell just happened. I take off my mask when the day is over, i tears when everyone is sleep, anxiety creeping in right when i want to sleep. Ini terjadi hampir setiap hari di tahun 2019. For as long as i can remember, i’ve come to have lacked a lot self esteem, self confidnence and self love. But aside from that, I’m here to declare that i’ve come to ...

Why I Deserve All This Madness in 2019?

2019 telah usai, apa saja yang sudah Feyza lakukan ditahun 2019? Jujur butuh waktu beberapa hari untuk menilik keleidoskop pribadi perihal apa saja yang sudah terjadi di tahun 2019. Di tulisan ini, aku akan mencoba untuk tidak berasumsi dan tidak pula berpura-pura dalam diksi. Beberapa kali mencoba mengutarakan karena sulit untuk mengungkapkan. 2019, sulit untuk dirangkum secara verbal. Sulit untuk menceritakan masalah apa saja yang kuhadapi, bahkan aku tidak bisa menuliskannya secara gamblang di sini. Capek fisik, mental, pikiran. It's getting worse than 2018 late. Semua berkecamuk di dalam pikiran. 2019, tahun dimana aku wondering banyak hal tentang hidup. Aku menjadi sensitif dan berujung pada overthinking bahkan untuk hal yang sepele.  Bertemu orang-orang baru, membuat  pergaulanku begitu luas. Berbagi kisah langsung tentang kehidupan, aku mendengar dan melihat langsung masalah yang mereka hadapi bukan lagi sekedar membaca atau menonton dari media. Aku melihat sesuatu...

Unspoken Word In 2018

Detik detik bergantinya taun aku hanya diam merenung ditemani rintikan hujan untuk menambah kesan dramatisasi tulisan ini, mengingat apa saja yang sudah terjadi selama 2018. Hanya diam untuk sekedar merenung seperti ini sudah beberapa kali kulakukan di tahun ini. Setiap aku diam, my mind would start to wonder to places I don't want it to wonder to. Mempertanyakan makna hidup, tujuan hidup ini sebenarnya mau apa, apakah aku sudah melakukan apa yang seharusnya aku lakukan.  Semakin kesini banyak pilihan yang benar-benar membuatku berpikir, bukan hanya tentang diriku sendiri tapi juga tentang eksistensi orang disekitarku. Hidup itu pilihan atau kita yang dipaksa untuk memilih. Banyak pilihan yang sudah kubuat ditahun ini, setiap pilihan selalu mempunyai konsekuensi. Ada beribu kata diotakku. Sebenarnya aku tidak tau mana yang harus kuceritakan dan mana yang harus kusimpan rapat-rapat, beberapa diantaranya sudah berhasil kuceritakan. Setidaknya itu membuatku sedikit lega. Tahun...

Try To Understand LGBT Before Hating

I usually taking easy with controversy, but about LGBT I still have to rethink. I'm not pro and not kontra , but I respect them. I’m a person who is easy to be friendly about issues that come from minority groups. Melihat ramainya topik yang kembali muncul memenuhi time line twitterku diangkat oleh Gojek karena dukungannya kepada LGBT  yang di show off, hal ini menggelitikku untuk menyumbang pikiran dan pendapat. Untuk masalah yang satu ini tentu kita sepakat. Tidak hanya Islam. Dalam Kristenpun, semua agama pun menolak hubungan sejenis. Tentu saja aku tidak akan mendebatkan dalam ranah agama atau ranah hukum yang dulu sempat ramai diperbincangkan. Who will deny the truth of religion? I did agree with people who blaspheme LGBT that religion is the answer to everything. Tapi kalau itu sudah menjawab atas segala pertanyaan alam semesta. Mengapa kita harus memaksakan kebenaran agama dengan aroma kebencian versi kita? Bahkan didalam agama islam sendiri islam mentolerir kaum LGBT, wa...